
Pesisir NTB Harus Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Wagub NTB, Indah Dhamayanti Putri, menegaskan bahwa wilayah pesisir harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Penegasan ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Multisektoral Sinergi Blue Economy dan Desa Berdaya pada Jumat (19/12/2025). Menurutnya, pesisir tidak boleh lagi dianggap sebagai kawasan tertinggal.
Perubahan Pendekatan Pembangunan
Menurut Wagub Dinda, tingginya angka kemiskinan ekstrem di desa-desa pesisir menjadi indikator kuat bahwa pendekatan pembangunan harus diubah dari sektoral menjadi kolaboratif. Ia menyatakan bahwa potensi laut NTB sangat besar, namun tantangan terletak pada pengelolaannya secara adil, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat pesisir.
Hampir separuh dari desa di NTB yang masuk kategori kemiskinan ekstrem berada di wilayah pesisir. Kondisi ini menjadi alasan kuat bagi Pemprov NTB untuk mendorong integrasi konsep blue economy dengan Program Desa Berdaya sebagai strategi percepatan pembangunan berbasis potensi lokal.
Program Desa Berdaya
Melalui Desa Berdaya, Pemprov NTB mengorkestrasi berbagai intervensi pembangunan agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Program tersebut dirancang untuk menyatukan peran pemerintah, dunia usaha, perbankan, hingga organisasi nonpemerintah (NGO) dalam menciptakan ekosistem ekonomi pesisir yang produktif dan berkelanjutan.
“Kita ingin pembangunan di pesisir tidak berhenti pada eksploitasi sumber daya, tetapi mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” urainya.
Sinergi Lintas Sektor
Rapat koordinasi tersebut menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan agenda nasional, sekaligus memperkuat komitmen lintas sektor dalam mendorong pembangunan inklusif di wilayah pesisir NTB. Pemprov NTB optimistis, dengan sinergi yang kuat, kawasan pesisir dapat menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB ke depan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Kejaksaan, TNI AL, perangkat daerah, perbankan, NGO, serta pelaku usaha yang beroperasi di NTB. Kehadiran berbagai pihak ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pesisir NTB yang produktif, lestari, dan sejahtera.
Tujuan Membangun Pesisir NTB
Tujuan utama dari program ini adalah menciptakan lingkungan ekonomi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat pesisir. Dengan menggabungkan konsep blue economy dan Desa Berdaya, Pemprov NTB berharap bisa menjadikan wilayah pesisir sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan, sehingga mereka tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek utama dalam pengambilan keputusan. Hal ini akan memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat setempat.
Langkah Konkret untuk Mencapai Tujuan
Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemprov NTB telah melakukan berbagai langkah konkret, seperti:
- Membentuk tim koordinasi lintas sektor yang terdiri dari perwakilan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan pelaku usaha.
- Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.
- Memberikan pelatihan dan bantuan teknis kepada nelayan dan pelaku usaha pesisir agar mereka dapat meningkatkan keterampilan dan produktivitas mereka.
- Mengembangkan infrastruktur yang mendukung kegiatan ekonomi pesisir, seperti pelabuhan, pasar ikan, dan fasilitas transportasi.
Dengan langkah-langkah ini, Pemprov NTB berharap bisa menciptakan pesisir NTB yang lebih sejahtera dan berkelanjutan, serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam pembangunan berbasis potensi lokal.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar