Tetes Air Mata Suporter Buktikan Cinta, Qusoi: Alhamdulillah Wapres Sriwijaya FC Tidak Mundur

Kritik yang Elegan dan Dukungan dari Pemain serta Pelatih

Mohammad David, Wakil Presiden Sriwijaya FC, dikabarkan memutuskan untuk tidak mundur dari jabatannya dalam kepengurusan Elang Andalas di musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/26. Keputusan ini didorong oleh gelombang dukungan yang besar dari para suporter, pemain, dan pelatih klub.

Menurut Qusoi SH, Capo Tifoso Ultras Palembang, Mohammad David menyatakan batal mengundurkan diri dalam sebuah konferensi Anniversary 21 Tahun Sriwijaya FC. Ia menyampaikan pernyataan tersebut di hadapan kawan-kawan, tiga kelompok suporter utama, serta tamu undangan lainnya.

Qusoi menjelaskan bahwa tiga kelompok suporter militan Sriwijaya FC—Sriwijaya Mania, Singa Mania, dan Ultras Palembang—menaruh harapan besar kepada Mohammad David. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Askot PSSI Palembang. Mereka berharap ia bisa menjadi penyelamat Laskar Wong Kito agar tetap bertahan di Liga 1 dan tidak terdegradasi ke Liga 3.

"Kami 3 kelompok suporter menyatakan mencintai Bapak David yang telah sepenuh raga dan jiwa membantu Sriwijaya FC. Beliau juga berjanji untuk putaran kedua ini akan segera bekerja setelah transfer window dibuka," ujar Qusoi.

Qusoi menambahkan bahwa ada dua gelombang dukungan yang diberikan oleh kelompok suporter resmi Sriwijaya FC. Gelombang pertama melibatkan dirinya dan kawan-kawan Sriwijaya Mania serta Anggota Ultras Palembang. Malamnya, Ultras Palembang mewakili masyarakat Sumsel dan dua kelompok suporter lainnya, termasuk anggota dan pengurus mereka, yang meneteskan air mata untuk meminta Bapak David bertahan di Sriwijaya FC.

Qusoi berharap masyarakat umum, khususnya penggemar di tribun barat, dapat memahami situasi saat ini. Ia menekankan pentingnya menyampaikan kritik secara elegan dan bukan menyerang pribadi.

"Apalagi kejadian kemarin di depan anak istri Pak David. Silahkan sampaikan saran atau kritik secara elegan. Bapak David itu terbuka. Tidak mungkin seluruh isi perut rumah tangga Sriwijaya FC diungkapkan di muka umum. Berdebat," katanya.

Qusoi menegaskan bahwa fans dan suporter dipersilahkan datang ke Askot PSSI Palembang dan akan diterima dengan tangan terbuka. Di sana, mereka akan diberikan penjelasan detail tentang kondisi internal Sriwijaya FC.

"Kesalahan kemarin itu, fans itu mengkritik tajam. Bukan anti kritik. Buktinya kalau Pak David anti kritik, kenapa masih meladeni. Harusnya langsung ke ruang ganti. Itu tandanya masih didengarkannya walaupun itu suporter umum. Itu faktanya," pungkasnya.

Kehadiran Pemain dan Pelatih

Setelah para suporter, giliran para pemain dan pelatih Sriwijaya FC datang ke Askot PSSI Palembang untuk meminta Mohammad David jangan mundur dari jabatannya sebagai Wapres Sriwijaya FC.

Para pemain tersebut datang ke kantor Askot PSSI Palembang pada Minggu (9/11/2025) malam. Mereka berbincang akrab dengan David mengenai isu mundur dirinya. Suasana pertemuan tersebut diakhiri dengan santap malam bersama.

Pengumuman Mundur di TikTok

Di tengah sorotan tajam dan riuh kritik suporter, Mohammad David memilih jalan hening: mundur dari kepengurusan Elang Andalas. Lewat video TikToknya, David menyampaikan pamitnya dengan nada getir, menyisakan jejak haru yang tak mudah dilupakan.

“Saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk Sriwijaya FC,” ucapnya lirih, seolah menahan beban yang tak lagi tertampung di pundaknya, Sabtu (8/11/2025).

Kekalahan tipis Sriwijaya FC dari Adhyaksa FC Banten bukan sekadar skor 0-1 di papan pertandingan. Bagi David, itu adalah titik balik—di mana dedikasi dan pengorbanan tak lagi cukup untuk meredakan gelombang kekecewaan. Ia merasa dihujat, diframing, dan dituding anti kritik oleh para fans yang dulu ia perjuangkan.

"Saya kecewa. Bukan hanya pada fans, tapi juga pada pemain Sriwijaya FC yang saya anggap tidak bermain dengan hati," ungkapnya, menyingkapkan luka yang selama ini mungkin ia simpan rapat.

Mohammad David bukan sekadar pengurus. Ia adalah sosok yang rela meninggalkan pekerjaan, mengorbankan finansial, dan waktu demi Sriwijaya FC. Tapi di balik layar, dia merasa sendirian. Ia merasa lebih mudah menjadi penonton yang datang, duduk, lalu menghujat, daripada menjadi pengurus yang harus menanggung semuanya.

“Saya juga bisa seperti itu. Tapi kalian belum tentu bisa duduk di saya saat ini,” kata pria yang dijuluki Raja Sawer, menyiratkan betapa beratnya posisi kursi Wapres Sriwijaya FC yang ia duduki.

Namun, di akhir pernyataannya, Mohammad David tidak menyisakan dendam. Ia menitipkan Sriwijaya FC kepada para suporter dan masyarakat Sumatera Selatan, berharap ada sosok baru yang benar-benar mampu membenahi klub kebanggaan Wong Kito.

Semoga Sriwijaya FC semakin jaya dan bangkit, disertai harapan yang masih menyala meski langkahnya harus terhenti.

Mohammad David ketika coba dikonfirmasi terkait isi konten video Tik Toknya, hanya membalas pesan emoji ekspresi tangan yang mengusap muka sebanyak 3 kali.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan