Cuaca Ekstrem di Jabodetabek Akibatkan Banyak Insiden
Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Jabodetabek pada Minggu, 26 Oktober 2025. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah insiden tragis di berbagai lokasi. Mulai dari pohon tumbang hingga atap lapangan roboh, bahkan seorang bocah hanyut terbawa arus.
Pohon Tumbang Timpa Mobil Lexus di Pondok Indah, Pengemudi Tewas
Sebuah mobil Lexus hitam tertimpa pohon palem di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Peristiwa hujan intensitas tinggi dan angin kencang yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB itu menyebabkan pohon Palem diameter 60 cm, tinggi 15 meter tumbang dan menewaskan pengemudi di tempat.
Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Muhammad Yohan, menyebut hujan deras dan angin kencang menjadi penyebab utama tumbangnya pohon berdiameter 60 cm dan tinggi 15 meter tersebut.
Tim gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk evakuasi. Proses berjalan dramatis dan baru selesai sekitar pukul 15.22 WIB. Petugas memastikan korban meninggal akibat benturan keras.
Korban diketahui bernama Harry Nugroho Prasetyo bin Danardoyo, seorang pengusaha sekaligus mantan Direktur PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. Ia juga dikenal sebagai pendiri Asco Prima Surya dan CEO di beberapa perusahaan seperti Baris Maritime Logistic Operations dan Baris Capital.
Ucapan duka membanjiri media sosial dari rekan-rekannya, terutama komunitas pasar modal dan alumni SMA Negeri 3 Jakarta serta Pangudi Luhur angkatan 1984.
Selain di Pondok Indah, pohon tumbang juga terjadi di beberapa titik Jakarta Selatan, seperti Jalan TB Simatupang, Jalan Niaga Hijau Kebayoran Lama, dan Jalan Ulujami Raya Pesanggrahan.
Atap Lapangan Padel di Jakarta Barat Ambruk
Di kawasan Taman Villa Meruya, Kembangan, Jakarta Barat, atap lapangan padel dan tenis ambruk diterpa angin kencang sekitar pukul 14.30 WIB.
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, membenarkan peristiwa tersebut.
"Awal mula kejadian ketika hujan deras disertai angin kencang menerjang atap lapangan, sehingga atap itu pun terhempas," ujar Uus melalui pesan singkat, dilansir dari Antara, Minggu, 26 Oktober 2025.
Beruntung, tidak ada korban jiwa. Para pemain dan penonton berhasil menyelamatkan diri. Salah satu saksi mata, Aliyah (48), warga Cinere, menceritakan detik-detik saat atap roboh.
"Kebetulan (saat itu) hujan. Kita kirain aman aja, biasa. Tapi (kemudian) air sudah sedikit-sedikit masuk gitu," kenang Aliyah.
Tak lama berselang, intensitas hujan dan angin semakin kuat hingga tiba-tiba atap lapangan roboh. "Anginnya kenceng banget. Angin sama air. Karena kan angin sama hujan, tempias gitu kan," tuturnya.

Petugas yang ada di Anwa Racquet Club membuka jalur evakuasi untuk kemudahan pengunjung keluar lokasi. Petugas pun meminta pengunjung meninggalkan lokasi Anwa Racquet Club.
Setelah kejadian ini, pihak pengelola menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan melakukan investigasi terkait peristiwa ini.
Sementara itu, Kapolsek Kembangan Kompol Taufik Ikhsan menginformasikan bahwa atap yang roboh sekira pukul 13.00 WIB itu bukan ambruk, melainkan terlepas dari rangka bangunan.
Peristiwa ini terjadi saat berlangsungnya The Prime Tournament yang diikuti beberapa selebritas tanah air, seperti Desta dan Tasya Farasya.
“Alhamdulillah ya Allah selamat,” tulis Tasya di Instagram Story-nya.
Desta juga turut menulis, “Lagi ikut turnamen ada kejadian. Bubar langsung," tulisnya di akun pribadinya @desta80s.
Bocah di Pamulang Hanyut Terseret Arus Kali
Tragedi lain terjadi di Pamulang Timur, Tangerang Selatan. Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun berinisial AMR dilaporkan hilang setelah terseret arus kali di kawasan Perumahan Pamulang Estate.
Menurut Dian Wiryawan, Danton Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Tangsel, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.15 WIB ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

"Diduga korban sedang mengambil sandalnya yang jatuh di kali. Dan (saat itu) hujan deras (sehingga) membuat arus air kali menghanyutkan korban," ungkap Dian.
Tim gabungan dari BPBD, Polsek Pamulang, Koramil, dan relawan SAR terus melakukan pencarian hingga malam hari. Hingga pukul 19.39 WIB, korban belum ditemukan.
“Begitu laporan masuk, tim langsung kami kerahkan untuk melakukan pencarian. Upaya dilakukan dengan menyusuri aliran kali menggunakan metode berenang dari titik awal hingga radius sekitar 800 meter,” ungkapnya.
Dian mengatakan, pencarian masih akan berlangsung dengan fokus pada area hilir aliran kali yang mengarah ke wilayah Ciputat.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di Jabodetabek, termasuk hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Masyarakat diimbau untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar dan memastikan kendaraan diparkir di lokasi aman.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar