
Pengalaman Menginap di Pulau Tidung
Matahari perlahan mulai muncul di balik pepohonan, dengan sigap saya terus berlari dan berjalan di atas jembatan Cinta Pulau Tidung. Harapannya bisa semakin dekat dan menangkap momen sunrise menggunakan handphone. Sejenak saya memotret dari beberapa angle dan lumayan, saya dapat momennya. Kemudian sejenak berandai "Kalau punya camera profesional bisa makin ciamik nih higres & lebih bulat mataharinya" Ujar saya dalam hati. Pulau Tidung pagi itu indah dan suara angin laut disertai deburan ombak menjadi irama yang makin syahdu.
Buat saya yang pertama kali menginap di Pulau Tidung, rasanya tuh excited sekali. Tiba di Pulau Tidung pukul 09.20 WIB menggunakan kapal speedboat dari dermaga Marina. Kemudian berkeliling melihat situasi dan kondisi sekitaran. Banyak wisatawan yang sama-sama baru datang. Ada juga beberapa anak kecil sedang asyik bermain pasir, naik perahu kecil, dkk.
Setelah shalat dzuhur saya mendengar ada check sound. Ternyata sedang dimulai kegiatan perform band. Berbekal rasa penasaran saya pun mencari sumber suara.
Nonton Band di Taman Dekat Jembatan Cinta
Ternyata berdasarkan informasi dari pedagang sekitaran taman, memang sedang ada acara kegiatan ruang publik yang menampilkan dua band untuk menghibur warga dan wisatawan. Yasudah, saya menonton band sambil mengambil beberapa dokumentasi. Lagu yang dibawakan menarik. Mulai dari lagu Dewa, Raisa, NAF, dkk. Syukurnya langit Pulau Tidung saat kemarin cerah tetapi tidak panas terik dan banyak angin menyapu perlahan. Sehingga para penonton pun cukup antusias menyambangi area band perform kebanyakan mereka melipir ke area band sambil menunggu waktu buat snorkeling, naik banana boat, dan aktivitas main air lainnya.
Perlahan, masih banyak wisatawan yang berdatangan. Sepertinya memang sengaja mengejar sunset & sunrise keesokan paginya. Perform band berakhir di pukul 15.00 WIB. Penonton sempat meminta tambahan lagi, tetapi tidak bisa karena rupanya band tersebut harus segera pulang karena ombak arah mereka pulang sedang lumayan menantang. Beberapa penonton bilang "Harusnya acara band gini sampai sore atau malam. Bakalan makin rame dan seru jadinya" Ujarnya dengan nada agak sedikit kecewa. Begitulah, namanya juga hiburan gratis kita sebagai penonton ikut sajalah gimana aturan mereka hehehe.
Makan Siang dan Beli Kelapa Muda di Warung dekat Taman
Setelah itu, saya lanjut makan siang yang terlewat (cukup sore buat dibilang makan siang). Pesan makanan, pop mie, serta air kelapa muda. Rasanya air kelapa muda di Pulau selalu spesial. Saya suka rasa kelapa yang segar dan manis alami. Kemudian buah atau daging kelapanya beneran masih dawegan atau muda, mudah di keruk pakai sendok. Teksturnya khas, lembut dan manis.
Setelah itu saya bergegas ke homestay. Kali ini homestay kearifan lokal, rumah kayu dan panggung. Satu homestay terdiri dari ruangan besar ada dua ekstra bed. Satu buah kamar dengan tempat tidur besar, selimut dan ada lima buah bantal. Di ruangan sebenernya ada TV, namun tidak ada remote hahaha. Lalu ada satu buah toilet dilengkapi sama shower pula. Kalau menginap di homestay jangan berharap disediakan handuk, sabun, dkk. Ini kalian mesti bawa sendiri. Lain hal kalau nginepnya di resort ya. Letak homestay dengan jembatan cinta sebenernya nggak begitu jauh kok, beberapa ratus meter. Bisa sewa sepeda atau jalan kaki. Saya sih pilih opsi jalan kaki saja. Toh sekalian olahraga dan mengamati situasi sekitar. Maklum suka menjelajah jadi cara terbaik buat memperhatikan detail kecil ya jalan kaki, ngeliat warga, papasan sama wisatawan lain, mampir ke tempat menarik, dkk.
Pengalaman Pertama Nginap di Pulau Tidung, Gimana Kesannya?
Langit pulau Tidung cantik, udaranya enak. Dapat momen sunset & sunrise. Bisa mencicip olahan seafood dari pedagang lokal. Bahkan membeli beberapa kriya hasil buatan warga lokal. Seperti tiga buah bros dan hiasan depan pintu, penyaring mimpi katanya hehehe. Mencicip kelapa muda with view, nonton band bareng warga lokal dan wisatawan. Tentu kasih kesan yang menyenangkan sekali. Hanya saja, air di penginapan masih terasa asin. Ini agak bikin saya malas mandi hahaha, soalnya suka lengket kalau mandi air asin. Tapi yaudahlah tetap mandi saja, biar nggak bau badan juga kan.
Saya cukup puas juga menjelajah jembatan cinta icon Pulau Tidung. Terutama saat berburu matahari terbit. Saya bergegas sedari pukul 05.10 WIB, jalan kaki. Bertemu dan menyapa warga lokal yang sedang beraktivitas, melewati sekolahan SMA, melihat pedagang sedang bersiap membuka warungnya. Lalu bertemu wisatawan yang bersepeda, memarkirnya dan berjalan bareng-bareng menuju jembatan cinta. Jembatan cinta ini kurang lebih panjangnya sekitar 800 meter. Jadi kalau bulak-balik lewatin jembatan cinta, lumayan olahraga banget. Kali ini saya baru satu putaran saja sih hehehe. Lumayan dapat banyak foto sunrise, setelah kemarin sore mendapatkan foto sunset. Alhamdulillah, cuaca sangat bersahabat dan memberikan saya pengalaman baik selama menginap semalam ini.
Saya harap, semakin banyak teman-teman kompasiner yang bisa menjelajah Pulau Tidung, bahkan merasakan menginap juga. Tentu dengan tetap menjaga adab, sopan-santun, menjaga lingkungan tempat berwisata dan jajan-jajan di warung warga lokal. Kalau hobi main air, momen yang pas banget. Ada banyak permainan air. Posisi yang paling mudah di sekitaran Jembatan Cinta. Tempat dimana semua tersedia. Mulai dari warung-warung yang menjual makanan, minuman hingga kelapa muda. Lalu pedagang gerobakan, penjual pernak-pernik khas Pulau. Mushola, taman, toilet. Juga ada beberapa yang ngetem bentor (becak motor). Mereka ngetem di dekat parkiran motor. Jadi buat wisatawan yang bawaan barangnya banyak, bisa pakai jasa bentor.
Menarik bukan? Ketika saya berkunjung dan menginap. Best spot buat mengambil view sunset di RPTRA Pulau Tidung, lebih jauh dari jembatan cinta. Jika merasa kesulitan yaudah di area dekat tanaman mangrove saja, itu sudah bisa mendapatkan view senja dan matahari tenggelam. Untuk menyaksikan matahari terbit atau sunrise, di area Jembatan Cinta. Berangkat saja mulai dari pukul 05.00 WIB dan tunggu momennya. Untuk waktu-waktu tertentu memang ada sedikit perbedaan terkait posisi sunset, baiknya kalian bertanya ke warga lokal. Mereka ramah dan akan kasih tau posisi sunset nya di sebelah mana. Untuk sunrise sejauh ini spot terbaiknya di area jembatan cinta. Sebuah icon yang menarik. Beberapa wisatawan sengaja melompat dari jembatan buat lanjut berenang. Tentu ini bisa dilakukan oleh orang yang sudah jago berenang.
Gimana, pengalaman menginap saya di Pulau Tidung? Cukup menarik bukan? Ini masih di Jakarta, nggak perlu pergi jauh kalau waktu liburnya terbatas. Bisa berangkat Sabtu pagi dan pulang Minggu siang. Paling mudah memang pakai jasa tour & travel dan banyak warlok yang punya tour & travel. Sudah include tiket kapal pulang pergi, penginapan, berbagai aktivitas. Bisa cari via Instagram atau Mbah google. Tetap teliti dan pastikan juga sebelum akhirnya booking salah satu yang paling dirasa sreg. Biasanya jauh lebih terjangkau kalau rombongan atau ramean. Ajaklah para sahabat atau teman bahkan keluarga liburan bareng ke Pulau Tidung. Makasih sudah membaca artikel ini, have a nice day sobat kompasiner.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar