Tim Investigasi Blok Wabu Temui Wakil Ketua DPD RI, Menolak Pertambangan

Tim Investigasi Blok Wabu Temui Wakil Ketua DPD RI, Menolak Pertambangan

Tim Investigasi Blok Wabu Bertemu Wakil Ketua DPD RI

Tim Investigasi Blok Wabu dari Papua Tengah melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPD RI, Yoris Raweyai, di ruang Nusantara 3, lantai 8 Kantor DPD RI di Jakarta. Pertemuan ini dilakukan untuk menyampaikan aspirasi rakyat Intan Jaya yang menolak aktivitas pertambangan di Blok Wabu.

Sebelumnya, tim ini juga telah menyampaikan aspirasi penolakan ini kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI) Bahlil Lahadalia. Tujuan dari pertemuan-pertemuan tersebut adalah agar pihak berwenang mempertimbangkan kepentingan masyarakat setempat dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya alam.

Penolakan Berdasarkan Warisan Leluhur

Wakil Ketua IV DPRD Papua Tengah, John NR Gobai, menjelaskan bahwa penolakan terhadap aktivitas pertambangan di Blok Wabu berasal dari keyakinan bahwa wilayah tersebut merupakan sumber kehidupan yang diwariskan oleh leluhur. Ia menekankan bahwa suara yang dibawa oleh tim adalah suara bersama dari rakyat yang meminta keadilan.

“Suara yang kita bawa ini adalah suara bersama, suara rakyat yang meminta keadilan,” ujar John pada Sabtu, (4/10/2025).

Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan yang berorientasi pada pengembangan SDM lokal, bukan justru merampas ruang hidup masyarakat. Selain itu, John meminta agar tidak ada lagi upaya cipta kondisi di Papua Tengah karena hal tersebut dapat menciptakan ketakutan bagi masyarakat.

“Mari kita koreksi diri bersama agar Papua Tengah tetap damai,” tambahnya.

Blok Wabu sebagai "Mama" Bagi Orang Papua

Perwakilan Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua, Marsel Pigai, mengungkapkan bahwa Blok Wabu memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Papua. Ia menyebut Blok Wabu sebagai “mama” bagi orang Papua.

“Tanah bagi kami bukan hanya tempat tinggal, tapi sumber kehidupan dan pengetahuan,” ujarnya.

Menurut Marsel, negara mungkin melihat Blok Wabu sebagai kandungan emas bernilai ekonomi. Namun, bagi masyarakat Papua, Blok Wabu adalah tanah warisan leluhur yang telah memberi makan, minum, dan kehidupan.

Di sana, kata Marsel, terdapat gereja dan marga-marga yang sudah hidup sebelum republik ini berdiri. Ia menegaskan bahwa jika Blok Wabu dihancurkan, yang hilang bukan hanya alam, tetapi juga etnis, marga, dan budaya mereka.

Kepentingan Hidup dan Nyawa

Marsel menegaskan bahwa rakyat Intan Jaya tidak akan pernah berubah kapanpun dan di manapun, karena ini berkaitan dengan diri dan nyawa mereka. Ia menyatakan bahwa siapa pun yang menyetujui eksploitasi Blok Wabu berarti menantang kehidupan mereka.

Kesimpulan

Pertemuan antara Tim Investigasi Blok Wabu dengan Wakil Ketua DPD RI menjadi langkah penting dalam menyuarakan aspirasi rakyat Intan Jaya. Mereka berharap pihak berwenang dapat lebih memahami nilai-nilai budaya dan kehidupan masyarakat setempat. Dengan demikian, kebijakan yang diambil tidak hanya berlandaskan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan dan keadilan bagi semua pihak.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan