
Agam —
Di tengah situasi darurat bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, suasana hangat terlihat di berbagai dapur pengungsian. Prajurit TNI bersama warga setempat dan para ibu bekerja sama dalam menyiapkan makanan bagi para pengungsi serta aparat yang bertugas di lapangan. Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong yang kuat di tengah kondisi sulit.
Dalam berbagai dapur umum, prajurit TNI dan para ibu saling berbagi peran, mulai dari mempersiapkan bahan makanan hingga mengolah masakan dalam kuali besar dan membungkus makanan siap santap untuk didistribusikan. Kebersamaan ini tidak hanya menjadikan dapur umum sebagai pusat layanan konsumsi, tetapi juga menciptakan suasana kekeluargaan yang memberi kekuatan moral bagi warga terdampak. Melalui kerja sama yang erat antara prajurit dan masyarakat, semangat gotong royong kembali hidup sebagai modal sosial untuk melewati masa sulit dan mempercepat pemulihan pascabencana.
Video yang diterima menunjukkan momen kebersamaan antara prajurit TNI dan para ibu saat memasak bersama tanpa sekat. Mereka bekerja dengan tujuan yang sama, yaitu memastikan kebutuhan makanan para pengungsi tetap terpenuhi.
Lokasi Operasi Dapur Lapangan
Pelayanan dapur lapangan dioperasikan oleh Badan Pembekalan Angkutan Komando Daerah Militer XX/Tuanku Imam Bonjol (Bekangdam XX/TIB) dan tersebar di sejumlah wilayah terdampak di Sumatra Barat. Rinciannya, dapur lapangan beroperasi di dua titik di Kabupaten Pasaman Barat, delapan titik di Kabupaten Agam, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Padang Pariaman.
Di Sumatra Utara, TNI melalui Bekangdam I/Bukit Barisan mengoperasikan dapur lapangan di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Dapur tersebut memasak dan mendistribusikan makanan tiga kali sehari—pagi, siang, dan sore—dengan jumlah penerima manfaat mencapai 250 warga terdampak bencana.
Selain itu, Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam I/BB juga mengoperasikan dapur umum di Posko Pengungsian Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Satgas turut memastikan pasokan makanan bagi pengungsi banjir bandang tetap tersedia selama masa pengungsian.
Fungsi Dapur Umum
Seluruh kegiatan dapur umum difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak yang berada di lokasi pengungsian selama masa tanggap darurat. Kehadiran dapur umum menjadi penopang utama bagi pengungsi yang kehilangan akses terhadap kebutuhan pangan akibat bencana.
Pengoperasian dapur umum ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat TNI dalam membantu pemerintah daerah sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto
Sebelumnya, dalam beberapa kunjungan ke lokasi pengungsian, Presiden Prabowo Subianto turut menyantap menu makanan yang disiapkan di posko pengungsian. Salah satunya saat meninjau pengungsian di SD 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (15/12). Pada kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga, para ibu, relawan, prajurit TNI, Basarnas, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait atas kerja keras dalam menangani dampak bencana di wilayah Sumatra.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar