
Penutupan SPPG di Kampung Panyandaan Akibat Keracunan Massal
Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jeje Ritchie Ismail, mengumumkan penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Panyandaan, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua. Penutupan ini dilakukan setelah SPPG tersebut diduga menjadi sumber keracunan massal yang menimpa 502 siswa di sejumlah sekolah di Cisarua.
Saat ini, dapur yang memproduksi 3.649 paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) itu tengah diinvestigasi langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Bupati Jeje Ritchie Ismail menjelaskan bahwa penutupan SPPG dilakukan untuk mempermudah proses penyelidikan. "Untuk SPPG kita tutup, jadi sedang diinvestigasi tapi langsung oleh BGN karena kan kewenangannya masih menjadi ranah BGN," kata Jeje, Kamis (16/10/2025).
Distribusi MBG yang Diduga Menyebabkan Keracunan
SPPG di Panyandaan tersebut diketahui mendistribusikan ribuan paket MBG ke sekolah-sekolah di Kecamatan Cisarua pada Selasa (14/10/2025). Sajian MBG yang diduga menjadi pemicu keracunan massal itu berupa nasi, daging ayam, sayur, dan buah. "Tentu kita akan evaluasi menyeluruh. Ini program yang baik, harus dijalankan dengan tepat," tegas Jeje.
Korban Keracunan Mencapai 502 Orang
Jeje mengonfirmasi total korban keracunan yang dialami siswa dari berbagai sekolah, termasuk SMP Negeri 1 Cisarua dan SMK Negeri 1 Cisarua, telah mencapai 502 orang per Rabu malam. Gejala yang dialami siswa beragam, meliputi mual, pusing, sakit perut, hingga muntah-muntah.
Kasus keracunan ini pertama kali terjadi pada Selasa (14/10/2025) di SMP Negeri 1 Cisarua, disusul keesokan harinya oleh siswa SMK Negeri 1 Cisarua. "Sampai tengah malam kemarin korban 502 orang," ungkap Jeje. Seiring dengan nihilnya kasus keracunan baru, posko utama yang sempat dibuka di SMP Negeri 1 Cisarua kini telah ditutup.
Situasi Saat Ini dan Perawatan Korban
Wakasek Kurikulum SMP Negeri 1 Cisarua, Ahmad Taufik, turut mengonfirmasi kondusifnya situasi. "Alhamdulillah hari ini situasi sudah kondusif, ruangan kosong sudah tidak ada pasien," katanya. Meskipun posko utama telah ditutup, Jeje menyebutkan bahwa masih ada 50 korban yang menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk 16 orang yang dirawat di RSUD Lembang.
Sementara itu, proses pembelajaran bagi siswa terdampak masih dilakukan secara daring. Pihak sekolah masih terus mengevaluasi kemungkinan untuk kembali membuka pembelajaran tatap muka.
Peninjauan Lokasi SPPG yang Ditutup
Tribun Jabar sempat menyambangi lokasi SPPG yang ditutup pada Rabu (15/10/2025). Di lokasi, terlihat petugas dari dinas kesehatan berada di area tersebut, namun pengelola tidak mengizinkan wartawan masuk, dengan alasan lokasi telah disterilkan oleh kepolisian.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar