Tragedi Sepak Bola: Bocah 12 Tahun Tewas Tersambar Petir di Indramayu

Tragedi Sepak Bola: Bocah 12 Tahun Tewas Tersambar Petir di Indramayu

Tragedi Berdarah di Lapangan Sepak Bola Desa Sukaslamet

Pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025 sore, suasana duka menyelimuti warga Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun, Prayoga Arasid, meninggal dunia setelah tersambar petir saat sedang berlatih sepak bola di lapangan desa. Korban merupakan siswa kelas 6 SDN 3 Sukaslamet dan anak tunggal dari pasangan Almarhum Wardani dan Ibu Lilis.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, sejumlah anak sedang bermain dan berlatih sepak bola di lapangan terbuka di Blok Desa RT 04/01, Desa Sukaslamet. Cuaca yang awalnya mendung tiba-tiba berubah ekstrem dengan munculnya petir dan hujan deras. Sayangnya, para pemain muda yang tengah asyik bermain belum sempat meninggalkan lapangan.

Menurut keterangan warga, suara petir terdengar sangat keras disertai kilatan cahaya yang menyambar bagian tengah lapangan. Seketika, beberapa anak jatuh tersungkur. “Kami langsung berlari menghampiri, ternyata salah satunya tidak sadarkan diri,” ujar seorang warga yang berada di lokasi kejadian.

Korban Prayoga Arasid sempat dievakuasi oleh warga ke rumah terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawanya tak tertolong. Tubuh korban mengalami luka bakar di beberapa bagian akibat sambaran petir yang sangat kuat. Warga kemudian melaporkan kejadian ini kepada perangkat desa dan pihak kepolisian setempat.

Dari hasil pemeriksaan sementara, peristiwa tersebut murni disebabkan oleh sambaran petir yang menyambar di area terbuka. Kondisi lapangan yang luas tanpa pepohonan tinggi membuat sambaran petir dengan mudah mengenai siapa pun yang berada di sekitarnya.

Korban diketahui merupakan anak tunggal dari pasangan Almarhum Wardani dan Ibu Lilis. Ayah korban telah meninggal dunia beberapa tahun lalu, dan kini sang ibu harus menanggung duka mendalam kehilangan putra semata wayangnya. “Lilis sangat terpukul, dia tidak menyangka anaknya pergi secepat ini,” tutur salah satu kerabat keluarga.

Jenazah Prayoga kini disemayamkan di rumah duka di Blok Desa RT 04/01 Desa Sukaslamet. Rencananya, prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Minggu 26 Oktober 2025 pagi, di pemakaman umum setempat. Sejumlah warga dan kerabat mulai berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.

Kepala Desa Sukaslamet menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika cuaca sedang tidak bersahabat. “Kami harap kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar segera mencari tempat aman saat hujan disertai petir,” ujarnya.

Cuaca ekstrem di wilayah Indramayu beberapa hari terakhir memang cukup mengkhawatirkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Indramayu.

Warga setempat berharap, kejadian tragis ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya petir, khususnya di area terbuka seperti lapangan, sawah, dan pesisir pantai. Mereka juga meminta agar sekolah dan lembaga olahraga memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai keselamatan saat beraktivitas di luar ruangan.

Beberapa warga mengusulkan agar di lapangan desa segera dipasang penangkal petir guna mengurangi risiko kejadian serupa di masa depan. “Lapangan ini sering digunakan anak-anak bermain bola. Kami harap pemerintah desa bisa membantu memasang penangkal petir agar aman,” ujar warga lainnya.

Selain itu, para tokoh masyarakat dan aparat desa turut memberikan dukungan kepada keluarga korban dengan menggalang bantuan sosial. Aksi solidaritas ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat Desa Sukaslamet dalam menghadapi duka.

Sementara itu, pihak kepolisian Kecamatan Kroya telah melakukan pendataan dan memastikan tidak ada unsur kelalaian dalam insiden tersebut. Kejadian ini murni disebabkan faktor alam dan tidak mengandung unsur pidana.

Tragedi yang menimpa Prayoga Arasid menjadi pengingat bahwa bahaya petir tidak boleh dianggap sepele. Kesadaran masyarakat untuk segera mengungsi ke tempat aman ketika mendengar suara guntur sangat penting demi keselamatan jiwa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan