
Frank van Kempen, pelatih yang diharapkan bisa membawa Timnas U-20 Indonesia menuju kesuksesan, harus berpisah lebih cepat dari yang diperkirakan. Meski baru saja ditunjuk sebagai pelatih, ia justru tidak sempat memimpin skuad Garuda Nusantara dalam pertandingan resmi sekalipun.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir resmi menunjuk Frank van Kempen sebagai pelatih Timnas U-20 Indonesia pada 5 Juli 2025. Penunjukan ini dilakukan setelah Indra Sjafri gagal memenuhi target lolos ke Piala Dunia U-20. Van Kempen diharapkan bisa bekerja sama dengan pelatih Timnas Indonesia senior, Patrick Kluivert, dan pelatih Timnas U-23, Gerald Vanenburg, yang keduanya berasal dari Belanda.
Namun, nasib buruk menimpa Frank van Kempen. Ia harus meninggalkan posisinya bahkan sebelum melatih Timnas U-20 Indonesia secara langsung. PSSI memutuskan mengakhiri kerja sama dengan staf kepelatihan yang terdiri dari Patrick Kluivert, Gerald Vanenburg, dan Frank van Kempen.
Dalam rilis resmi PSSI, disebutkan bahwa penghentian kerja sama ini dilakukan atas dasar persetujuan kedua pihak. Hal ini dipertimbangkan karena dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depan. Dengan berakhirnya kerja sama tersebut, seluruh staf kepelatihan tidak lagi menangani Timnas Indonesia di level senior, U-23, maupun U-20.
Frank van Kempen, yang berusia 53 tahun, belum sempat memimpin skuad Garuda Nusantara tampil. Ia hanya menjadi asisten Gerald Vanenburg di Timnas U-23 Indonesia. Selama ini, ia turut serta dalam laga-laga seperti ASEAN Cup U-23 2025 dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Namun, meskipun telah mendampingi, ia gagal membawa Timnas U-23 Indonesia melaju ke putaran final.
Van Kempen juga memiliki kontrak selama dua tahun untuk melatih Timnas U-20 Indonesia. Akan tetapi, ia justru menjadi bagian dari staf kepelatihan yang dipecat oleh PSSI. Bahkan, ia belum pernah memimpin latihan atau pertandingan resmi bersama Timnas U-20 Indonesia.
Berbeda dengan Patrick Kluivert dan Gerald Vanenburg, yang sudah memimpin pertandingan sebelum berpisah dengan PSSI. Kluivert telah memimpin enam laga di Kualifikasi Piala Dunia 2026, meraih dua kemenangan dan empat kekalahan. Ia juga menjalani dua laga uji coba, menang melawan Taiwan dan imbang melawan Lebanon.
Sementara itu, Gerald Vanenburg berhasil membawa Timnas U-23 Indonesia menjadi runner-up ASEAN Cup U-23 2025. Ia juga memimpin Timnas U-23 Indonesia dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, meski akhirnya gagal melaju ke putaran final.
Ironisnya, Frank van Kempen tidak sempat membuktikan kemampuannya sebelum berpisah dengan PSSI. Ini membuat banyak orang merasa kecewa, karena ia belum sempat menunjukkan potensinya sebagai pelatih. Perjalanan karier Frank van Kempen di Timnas U-20 Indonesia terasa sangat singkat dan tragis.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar