UFC 322 - Benoit Saint Denis Kembali Beraksi, Mantan Tentara Siap Masuk 10 Besar

UFC 322 - Benoit Saint Denis Kembali Beraksi, Mantan Tentara Siap Masuk 10 Besar


Benoit Saint Denis, seorang petarung asal Prancis yang pernah menjadi anggota pasukan khusus selama 5 tahun, kini sedang menatap kesempatan untuk masuk ke dalam 10 besar kelas ringan di UFC 322. Pertandingan ini akan digelar di Madison Square Garden, New York, pada hari Sabtu (15/11/2025), dan akan dipenuhi oleh aksi dari para petarung elite.

Salah satu pertandingan yang menarik perhatian adalah laga antara Benoit Saint Denis dengan Beneil Dariush di kelas ringan. Saat ini, Saint Denis berada di peringkat 13 dalam daftar penantang kelas ringan sementara Dariush menempati posisi ke-9. Jika berhasil mengalahkan Dariush, Saint Denis bisa langsung masuk ke dalam Top 10 mulai minggu depan.

“Beneil adalah petarung yang sangat komplet,” ujar Saint Denis saat memberikan komentar tentang lawannya dalam wawancara eksklusif dengan aiotrade via Zoom yang difasilitasi oleh UFC Indonesia pada Rabu (12/11/2025). “Dia sangat berpengalaman dan ini akan menjadi pertarungan yang sulit.”

“Beneil mungkin lebih bagus dari petarung-petarung lain yang sebelumnya saya kalahkan, tetapi saya sangat siap dan menantikan menghadapi versi terbaik dari dia.”

Saint Denis memiliki modal kuat untuk meraih kemenangan atas Dariush. Petarung 29 tahun ini masuk ke pertandingan dengan torehan dua kemenangan beruntun atas Kyle Prepolec dan Mauricio Ruffy sepanjang tahun ini. Kedua kemenangan itu diperolehnya setelah berganti pelatih, Nicolas Ott.

Petarung yang memiliki rekor 15 kali menang, 3 kali kalah, dan 1 kali no contest ini mengganti pelatih setelah mengalami dua kekalahan berturut-turut dari Dustin Poirier dan Renato Moicano pada 2024.

“Semuanya berubah dengan pelatih baru. Nicolas adalah pelatih kepala yang berpengalaman dan berbakat,” jelasnya. “Sebelumnya saya tidak memiliki pelatih MMA. Saya berubah banyak karena pelatih benar-benar menggunakan pendekatan MMA untuk pertarungan dan bagaimana menggunakan energi Anda untuk mendominasi serta memenangi pertarungan dengan cara terbaik.”

Jika mampu mengalahkan Dariush, Saint Denis hanya membutuhkan 6 tahun untuk menjadi salah satu dari 10 jagoan kelas ringan terbaik di UFC setelah meninggalkan kehidupannya yang lama.

Saint Denis tidak sejak awal berkarier sebagai atlet olahraga pertarungan. Ia pernah menjadi tentara selama 5 tahun sebagai anggota pasukan khusus Prancis, yaitu Resimen 1st Marine Infantry Paratroopers.

“Itu kehidupan yang penuh petualangan. Saya mencintainya. Itu 5 tahun dari kehidupan saya,” cerita Saint Denis soal kariernya dulu sebagai tentara. “Saya tidak pernah menyesal. Saya tumbuh di sana. Menjalankan misi-misi di luar negeri, menemukan dunia.”

“Banyak pengalaman saya dapatkan dari sana. Saya bahagia dengan kehidupan sebagai anggota pasukan khusus itu sebelum menjalani kehidupan MMA.”

“Menjadi tentara membantu saya menjadi disiplin pada awal karier sebagai petarung.”

“Saya juga bisa membuat perencanaan yang bagus dan memiliki determinasi untuk menjalani pertarungan.”

“Setelah 5 tahun menjadi tentara, saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda dan akhirnya memilih olahraga pertarungan.”

“Saya jatuh cinta pada olahraga ini dan saya ingin mencoba keberuntungan saya,” pungkasnya.

Setelah berkompetisi di seantero Eropa bersama Brave CF, Saint Denis akhirnya mendarat di UFC pada 2021. Mengukir rekor 7-3 di organisasi MMA terbaik dunia pastinya bukan sekadar sebuah keberuntungan. Benoit Saint Denis memang layak untuk menapakkan diri di eselon atas divisi yang dulu dikuasai oleh Islam Makhachev.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan