UMKM BRI Konservasi Wastra Nusantara, Hadirkan Batik Modern

admin.aiotrade 16 Jan 2026 4 menit 12x dilihat
UMKM BRI Konservasi Wastra Nusantara, Hadirkan Batik Modern

Batik di Lingkungan Kerja: Kombinasi Tradisional dan Profesional

Batik kini semakin populer sebagai busana kantor karena mampu memadukan unsur tradisional dan profesional dalam tampilan yang elegan. Beragam motif batik dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan pekerjaan, sehingga tidak hanya memperkaya penampilan tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap budaya lokal. Dengan sentuhan desain modern, batik menjadi simbol identitas dan kebanggaan tanpa kehilangan relevansinya di dunia kerja masa kini.

Kain Indonesia by Shifara adalah salah satu merek yang berkomitmen untuk memproduksi batik dalam bentuk office wear yang apik dan kekinian. "Caranya adalah kami memproduksi baju-baju jadi atau ready to wear dengan konsep office wear dalam tema besarnya adalah from office to hangout dan memang target market utama kami adalah wanita," kata Sinta Paramitha, pemilik dari Kain Indonesia by Shifara.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Awal Mula Keberadaan Kain Indonesia by Shifara

Sinta, yang tinggal di Pekalongan, jatuh cinta pada batik karena lingkungan sekitarnya yang kaya akan produksi batik. Perjalanan bersama orang tuanya ke berbagai daerah juga memperluas wawasan Sinta tentang wastra Nusantara. Dari pengalaman ini, tumbuh niatnya untuk mengembangkan wastra Nusantara.

Dorongan untuk mengembangkan wastra semakin kuat ketika Sinta melihat adanya penurunan ekspor batik sejak 2012 dan pengrajin kain Indonesia yang berkurang hampir lebih dari 100 ribu pengrajin dalam masa pandemi. Ancaman klaim dari berbagai negara turut membulatkan tekadnya untuk mengembangkan wastra dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai merek lokal, Kain Indonesia by Shifara berusaha menonjolkan keunikannya. Salah satunya dengan mengeksplor wastra Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan mencari material yang cocok dan nyaman untuk digunakan sehari-hari. Sinta menggunakan wastra Indonesia dari berbagai daerah, seperti endek Bali, jumputan Palembang, jumputan Yogya, dan batik Pekalongan. Ia merancang busana yang dapat dikenakan oleh perempuan dengan berbagai ukuran, memudahkan pembuatan seragam. Selain itu, Sinta juga menyesuaikan modelnya dengan tren terkini agar tetap relevan.

Pertumbuhan dan Pengembangan Kain Indonesia by Shifara

Kain Indonesia by Shifara semakin berkembang setelah bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta, yang merupakan wadah kolaborasi dan pemberdayaan UMKM. Setelah melewati proses seleksi, Sinta mendapatkan pendampingan langsung dari BRI untuk mengembangkan bisnisnya melalui berbagai pelatihan, termasuk digital marketing, strategi pemasaran, operasional, dan keuangan.

"Kami bertemu dengan para coach yang setelah pendampingan, masih bisa kami ajak berinteraksi dan bertanya. Ini sangat membantu kami, tidak hanya dalam mendapatkan ilmu, tetapi juga menyelesaikan berbagai pertanyaan yang selama ini membingungkan dalam menjalankan bisnis," katanya.

Peran Rumah BUMN BRI dalam Kesuksesan

Setelah pendampingan selesai, Kain Indonesia by Shivara mengikuti beberapa event yang digelar BRI untuk mendorong potensi UMKM. Mulai dari bazar hingga BRI Inkubator yang memfasilitasi banyak UMKM untuk mengembangkan bisnisnya.

“BRI memberikan banyak fasilitas, mulai dari ilmu yang dapat langsung diaplikasikan untuk mengembangkan bisnis hingga kesempatan pameran yang membantu memperkenalkan produk dan meningkatkan brand awareness,” kata Sinta.

Hadirnya Kain Indonesia by Shifara tidak hanya membuat Sinta menjadi perempuan yang lebih produktif dan berdaya, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian para perempuan yang terlibat dalam sirkular bisnisnya. Mulai dari penjahit hingga admin packaging, seluruhnya dikerjakan oleh perempuan dari berbagai usia dan latar belakang. Ia pun meyakini perempuan Indonesia memiliki peran besar dalam menjaga dan mengenalkan batik ke dunia.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa Rumah BUMN BRI hadir sebagai wadah kolaboratif bagi para pelaku usaha untuk memperoleh pembinaan, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas bisnis agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Program pembinaan UMKM ini menjadi bagian penting dari komitmen BRI untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga saat ini BRI telah membina 54 Rumah BUMN dan melaksanakan lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

“Banyak pelaku usaha yang semula hanya menjual produk di pasar lokal, kini telah memasarkan produknya secara daring bahkan menembus pasar ekspor. Ini menunjukkan bahwa pendampingan yang berkelanjutan dan akses ekosistem digital mampu mengubah kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan