
aiotrade, JAKARTA — Uni Eropa tengah mempertimbangkan langkah-langkah baru untuk memperketat aturan impor plastik. Langkah ini diambil sebagai upaya melindungi industri daur ulang dalam negeri yang kini menghadapi tantangan besar akibat banjir plastik murah dari luar kawasan dan meningkatnya biaya energi.
Menurut laporan yang dirilis oleh Komisi Eropa pada Selasa (23/12/2025), pihaknya akan segera mengajukan regulasi yang lebih ketat terhadap impor plastik, khususnya plastik daur ulang. Tujuannya adalah membantu pabrik-pabrik daur ulang di Eropa yang kesulitan bersaing dengan produk impor yang harganya lebih rendah.
Salah satu masalah utama yang dihadapi industri daur ulang adalah penurunan kapasitas produksi yang signifikan pada tahun 2025. Banyak pabrik tutup di berbagai negara anggota Uni Eropa, termasuk Belanda, akibat tekanan dari impor plastik murah dan kenaikan biaya energi.
Selain itu, maraknya praktik pelabelan keliru juga menjadi kekhawatiran besar. Beberapa plastik virgin, yaitu bahan baru yang berasal dari sumber fosil, diklaim sebagai plastik daur ulang. Hal ini membuat produk daur ulang lokal semakin tertekan karena tidak mampu bersaing secara harga.
Komisi Eropa akan mengajukan perubahan hukum pada paruh pertama 2026. Perubahan tersebut mencakup aturan yang lebih ketat terkait dokumentasi impor plastik daur ulang. Selain itu, Uni Eropa juga akan menciptakan kode kepabeanan terpisah untuk plastik daur ulang dan plastik virgin agar memudahkan pelacakan impor.
Dalam dokumen kebijakan yang dirilis, Komisi Eropa menyatakan bahwa sektor daur ulang menghadapi beberapa tantangan seperti biaya energi yang tinggi, harga plastik virgin yang murah dan tidak stabil akibat fluktuasi harga minyak, serta kompetisi dari plastik impor yang disebut-sebut sebagai daur ulang.
Beberapa langkah lain yang akan dilakukan antara lain audit terhadap fasilitas daur ulang, termasuk yang berada di luar Eropa, serta dukungan bagi laboratorium untuk melakukan pengujian keaslian plastik daur ulang dalam setiap pengiriman.
Brussels juga akan mempertimbangkan penerapan langkah-langkah perdagangan tambahan. Komisi Eropa menyebut bahwa satuan tugas pengawasan impor akan memantau arus masuk plastik sepanjang tahun 2026.
Sebelumnya, Uni Eropa telah memberlakukan bea antidumping terhadap plastik Polyethylene Terephthalate (PET) asal China. Langkah ini diambil untuk menanggapi praktik impor yang dinilai merugikan produsen Eropa karena memaksa mereka menjual produk di bawah biaya produksi.
Tekanan terhadap Komisi Eropa juga datang dari enam negara anggota, termasuk Prancis, Spanyol, dan Belanda, yang bulan lalu meminta tindak lanjut terhadap impor plastik daur ulang berkualitas rendah yang dijual dengan diskon besar.
Selain itu, Uni Eropa juga mengusulkan aturan yang lebih rinci mengenai bagaimana produk hasil daur ulang kimia dapat dihitung untuk memenuhi kewajiban penggunaan bahan daur ulang dalam produk tertentu.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar