Video Viral 3 Pria Berbaju Putih Lagi Peusijuek 'Tongkat Pengobatan' di Masjid Raya Baiturrahman

Video Viral 3 Pria Berbaju Putih Lagi Peusijuek 'Tongkat Pengobatan' di Masjid Raya Baiturrahman

Video Viral yang Memicu Kontroversi di Masjid Raya Baiturrahman

Sebuah video yang beredar di media sosial Aceh kini menjadi perbincangan hangat. Video tersebut menampilkan tiga pria berpakaian putih yang sedang melakukan ritual peusijuek terhadap sebuah tongkat kayu di dalam Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Prosesi ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat, terutama karena dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Video berdurasi 2 menit 27 detik ini pertama kali diunggah oleh akun TikTok @adenanbatam pada Jumat (7/11/2025), menjelang waktu Shalat Jumat. Dalam tayangan itu, tampak tiga pria duduk bersila di lantai masjid. Di depan mereka terdapat berbagai perlengkapan peusijuek seperti daun-daunan, air, beras, dan beulukat kuning (pulut). Salah satu dari mereka memegang tongkat kayu berwarna hitam yang disebut-sebut sebagai “tongkat pengobatan”.

Prosesi tersebut berlangsung dengan suasana yang khusyuk. Seorang di antara mereka yang mengenakan peci bermotif Aceh terlihat menyebut nama para Anbiya, ulama, dan syekh sambil memegang tongkat tersebut. Ritual kemudian diiringi dengan lantunan shalawat, diakhiri dengan penyuapan pulut kepada dua pria lainnya, serta pembacaan doa penutup.

Unggahan tersebut dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial. Hingga berita ini ditulis pada Sabtu (8/11/2025) pagi, video itu telah ditonton lebih dari 262 ribu kali, dikomentari lebih dari 1.353 pengguna, dan dibagikan lebih dari 3.360 kali. Beragam reaksi bermunculan di kolom komentar. Banyak warganet mempertanyakan maksud dari ritual peusijuek terhadap tongkat tersebut. Namun tidak sedikit pula yang mengecam dan menyebutnya sebagai tindakan melenceng dari syariat Islam, bahkan berpotensi syirik.

Menanggapi beredarnya video tersebut, Remaja Masjid Raya Baiturrahman (RMRB) Banda Aceh akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun Instagram @rmrb.aceh. Dalam keterangan tertulisnya, mereka menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak diketahui dan tidak mendapatkan izin dari pihak pengelola Masjid Raya Baiturrahman. “Kami selaku Remaja Masjid Raya Baiturrahman mewakili Pengelola Masjid Raya Baiturrahman menyatakan tidak mengetahui dan tidak menyetujui kegiatan tersebut,” tulis pernyataan resmi RMRB.

Pihaknya juga menegaskan bahwa aktivitas tersebut tidak termasuk dalam agenda resmi masjid, serta tidak mewakili ajaran, kebijakan, maupun kegiatan keagamaan yang dibenarkan oleh pengelola. “Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menafsirkan informasi atau kegiatan yang mengatasnamakan masjid tanpa izin resmi. Semoga Allah SWT selalu membimbing kita semua ke jalan yang benar,” lanjut pernyataan itu.

Masjid Raya Baiturrahman selama ini dikenal sebagai simbol kemegahan dan kebanggaan umat Islam di Aceh. Masjid ini juga menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan resmi dan tempat ibadah bagi ribuan jamaah setiap harinya. Oleh karena itu, beredarnya video ritual yang tidak sesuai dengan tata aturan dan izin resmi masjid menimbulkan keprihatinan di tengah masyarakat.

Para warganet meminta pihak pengelola Masjid Raya Baiturrahman juga dapat memperketat pengawasan terhadap aktivitas di dalam kompleks masjid agar kejadian serupa tidak terulang. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak yang terlihat dalam video mengenai tujuan dan makna dari ritual peusijuek tongkat tersebut.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan