Kekurangan Pasokan Elpiji di Aceh Masih Berlangsung

Pasokan gas elpiji di sejumlah wilayah Aceh masih langka hampir tiga pekan setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda daerah tersebut pada akhir November 2025. Kondisi ini membuat warga kesulitan memperoleh gas untuk kebutuhan memasak.
Rima Kurniati, warga Gampong Lampenerut, Kabupaten Aceh Besar, mengaku sudah kehabisan elpiji sejak tiga hari terakhir. Untuk memenuhi kebutuhan memasak, ia terpaksa beralih menggunakan kayu bakar.
“Sulit sekali mendapatkan elpiji. Saya sekarang memasak dengan kayu,” kata Rima saat dihubungi, Senin, 15 Desember 2025.
Menurut Rima, kondisi serupa dialami banyak warga di sekitar tempat tinggalnya, termasuk di kawasan Banda Aceh. Kelangkaan gas turut berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Kata Rima, warga yang berjualan di warung makanan skala kecil menutup usaha karena tidak memiliki pasokan elpiji.
Ia menambahkan, pada 6 Desember lalu, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh bersama Pertamina Patra Niaga sempat menggelar operasi pasar. Namun setelah kegiatan tersebut, pasokan elpiji kembali sulit ditemukan di wilayahnya.
Harga Elpiji Melonjak di Beberapa Wilayah
Kelangkaan gas juga terjadi di Kabupaten Bireuen. Anas, warga Kecamatan Kota Juang, mengatakan harga elpiji 3 kilogram di daerahnya melonjak hingga Rp 60 ribu per tabung. Harga tersebut jauh di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan sebesar Rp 18 ribu.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bireuen itu menjelaskan, tingginya harga elpiji dipicu terganggunya jalur distribusi. Penyaluran gas harus menggunakan kapal karena jembatan penghubung Lhokseumawe–Bireuen belum pulih sepenuhnya.
“Untuk tabung elpiji 12 kilogram, harganya bahkan ada yang mencapai Rp 500 ribu,” ujarnya melalui sambungan telepon, Senin, 15 Desember 2025.
Anas menuturkan, kondisi kelangkaan elpiji lebih parah terjadi di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Akses menuju kedua daerah tersebut belum sepenuhnya terbuka sehingga pasokan logistik tersendat. "Di sana bukan langka lagi, tapi memang tidak ada," ucapnya.
Bahkan, kata dia, sejumlah warga harus berjalan kaki hingga lima jam menuju Bireuen untuk mendapatkan LPG dan kebutuhan pokok lain. Ada pula warga yang menukar hasil ladang seperti cabai dengan beras atau kebutuhan sehari-hari.
Upaya Perusahaan dalam Mengatasi Kekurangan Pasokan
Berdasarkan laporan anggota AJI Bireuen di kedua kabupaten tersebut, kata Anas, bantuan belum menjangkau seluruh kecamatan. Layanan dasar juga masih terbatas, termasuk listrik dan sinyal telepon seluler yang hanya tersedia di titik-titik tertentu seperti bandara.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengakui adanya kelangkaan elpiji di sejumlah wilayah Aceh. Ia menjelaskan, distribusi melalui jalur darat masih terkendala sehingga pengiriman gas dari Arun, Lhokseumawe, menuju Banda Aceh dan sekitarnya harus dialihkan melalui jalur laut.
Ia mengatakan pengiriman lewat laut membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan jalur darat. "Sementara jalur darat belum sepenuhnya pulih," katanya dalam jumpa pers di kantor BPH Migas, Senin, 15 Desember 2025.
Ega mengklaim keterbatasan elpiji tidak terjadi secara merata di seluruh Aceh. Kekurangan pasokan terutama dialami wilayah Banda Aceh, Bireuen, Pidie, Aceh Besar, Meulaboh, dan Aceh Barat Daya. Kondisi ini dipicu terputusnya akses distribusi dari Lhokseumawe ke Banda Aceh, padahal pasokan LPG terbesar di Aceh berasal dari kawasan Arun, Lhokseumawe.
Jalur Alternatif dan Tambahan Pasokan
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pertamina Patra Niaga menyiapkan jalur distribusi alternatif melalui laut. Saat ini, dua kapal ro-ro telah dioperasikan untuk melayani rute Lhokseumawe–Banda Aceh. Perusahaan juga berencana menambah satu kapal lagi sehingga total menjadi tiga kapal guna mempercepat pasokan LPG ke Banda Aceh dan wilayah sekitarnya.
Selain jalur laut, Pertamina Patra Niaga juga menambah pasokan melalui darat dari luar Aceh. Sebanyak lima truk tangki telah diberangkatkan dari Dumai, wilayah Sumatera bagian selatan, dan Jawa Barat menuju Lhokseumawe. Ke depan, tambahan sembilan truk tangki akan dikirim untuk memperkuat pasokan ke Banda Aceh dan daerah sekitarnya.
Ega mengimbau masyarakat untuk bersabar hingga distribusi kembali normal. Ia juga memastikan Pertamina akan menggelar operasi pasar guna menekan spekulasi dan penjualan elpiji dengan harga di atas ketentuan.
"Saat ini Pertamina Patra Niaga memprioritaskan pasokan elpiji untuk dapur umum yang melayani masyarakat terdampak bencana. Perusahaan menargetkan tambahan pasokan ke Banda Aceh mulai meningkat pada 17 Desember 2025," ucapnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar