Warga Darmakradenan Sudah Waspadai Bahaya Tambang Bima, Kini Longsor Terjadi

Warga Darmakradenan Sudah Waspadai Bahaya Tambang Bima, Kini Longsor Terjadi

Warga Desa Darmakradenan Mengeluhkan Bahaya Penambangan Batu Kapur

Warga Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, telah lama merasakan tanda-tanda bahaya dari aktivitas penambangan batu kapur di wilayah mereka. Mereka menyampaikan kekhawatiran mereka terkait kondisi bukit yang semakin tergerus, terutama ketika hujan deras turun.

“Kami sering menyampaikan masalah ini. Bukitnya makin tergerus, apalagi kalau hujan deras turun,” ujar salah seorang warga setempat.

Latar Belakang Penambangan untuk Produksi Semen Bima

Penambangan batu kapur yang menjadi sumber tanah longsor diketahui merupakan bagian dari wilayah eksploitasi bahan baku untuk PT Sinar Tambang Arthalestari (PT STAR), produsen Semen Bima. Pabrik Semen Bima berlokasi di Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang, hanya beberapa kilometer dari titik longsor.

Perusahaan ini berdiri di atas lahan sekitar 43 hektare dan mulai beroperasi sejak 2012. PT STAR memproduksi semen jenis Portland Pozzolan Cement (PPC) dan Semen Komposit. Produk Semen Bima banyak digunakan dalam proyek konstruksi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan Madura.

Dalam berbagai promosi resminya, PT STAR mengklaim turut mendukung pembangunan infrastruktur nasional melalui penyediaan semen berkualitas tinggi. Namun, tragedi tanah longsor di Desa Darmakradenan kini menimbulkan sorotan baru terhadap praktik penambangan bahan baku yang dilakukan perusahaan di sekitar Ajibarang.

Aktivis Lingkungan Minta Evaluasi Izin Tambang

Aktivis lingkungan mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi izin tambang serta kajian geoteknik terhadap area penambangan guna memastikan keselamatan warga sekitar.

Pernyataan Resmi BPBD Banyumas

Menanggapi peristiwa tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Arif Wicaksono, membenarkan terjadinya longsor di kawasan tambang batu kapur Desa Darmakradenan.

“Longsor terjadi di Grumbul Pegawulan Kulon, RT 03 RW 01, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, pada Minggu (26/10/2025) sore. Material tebing kapur menimbun satu rumah dan merusak dua rumah lainnya, sementara puluhan rumah warga di sekitar lokasi masih berpotensi terdampak,” ujar Arif Wicaksono.

Ia menjelaskan, tim gabungan dari BPBD Banyumas, TNI, Polri, dan relawan masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan pemetaan risiko lanjutan.

“Kami fokus pada evakuasi, pendataan, serta pengamanan area rawan longsor agar tidak ada korban tambahan. Cuaca yang tidak menentu juga menjadi tantangan bagi tim di lapangan,” tambah Arif.

Arif mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar tebing kapur hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman oleh petugas. Ia juga menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengevaluasi aktivitas penambangan di wilayah tersebut.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan BPBD Banyumas, tanah longsor terjadi sekitar pukul 16.30 WIB hari Minggu 26 Oktober 2025, disebabkan oleh kombinasi hujan deras dan struktur tebing kapur yang sudah rapuh akibat aktivitas penambangan.

Material tanah longsor menimbun sebagian area permukiman warga. Tidak ada laporan korban jiwa, namun sejumlah warga sempat dievakuasi ke tempat aman. Hingga berita ini diterbitkan, tim gabungan masih melakukan pembersihan material tanah longsor dan menyiapkan langkah mitigasi lanjutan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan