Waspadai Kelelahan Berkendara, Ini Dampak dan Solusinya

Bahaya Berkendara dalam Waktu Lama

Berkendara selama berjam-jam dapat menyebabkan kelelahan pada pengemudi, yang berdampak pada konsentrasi dan kemampuan mengambil keputusan. Menurut laporan dari sebuah sumber, pengemudi bisa merasakan kelelahan dalam waktu satu hingga dua jam tanpa henti. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang terus-menerus membutuhkan refleks cepat dan penggunaan fungsi kognitif secara terus-menerus.

Pada hari-hari yang sangat panas, efek kelelahan bisa lebih terasa. Suhu lingkungan yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan gejala kelelahan dan risiko pengambilan keputusan yang buruk serta kecelakaan lalu lintas. Licia Tan, seorang konsultan di Departemen Kedokteran Kerja Rumah Sakit Umum Sengkang, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem memiliki hubungan positif dengan kelelahan.

Kelelahan juga bisa terjadi karena kondisi pasif, seperti ketika pengemudi tidak banyak bergerak dalam waktu lama. Misalnya, saat menggunakan cruise control di jalan tol. Mengemudi dalam posisi duduk selama berjam-jam dapat menyebabkan gangguan pola makan dan istirahat, serta kurangnya aktivitas fisik.

Dampak Kesehatan Jangka Panjang

Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan obesitas. Untuk menghindari hal ini, Tan menyarankan agar pengemudi tetap menjaga pola makan seimbang dan waktu makan yang teratur. Membawa camilan bergizi seperti buah-buahan dan kacang-kacangan tanpa garam bisa menjadi solusi saat akses makanan terbatas.

Selain itu, penting untuk tetap terhidrasi. Menyimpan botol air dingin di dalam kendaraan dapat membantu menjaga kelembapan tubuh. Dehidrasi bisa menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan penurunan konsentrasi.

Tips untuk Berkendara Aman

Jika sudah berkendara lebih dari satu jam, sebaiknya beristirahat setiap jam selama lima hingga 10 menit. Lakukan peregangan ringan, hitung langkah, atau gerakan sederhana untuk melancarkan sirkulasi darah.

Tan juga menyarankan agar pengemudi menghindari berkendara lebih dari 12 jam. Hal ini dapat meningkatkan risiko kesalahan akibat kelelahan dan bahaya kardiovaskular jangka panjang.

Jika belum menemukan tempat untuk beristirahat, coba lakukan latihan sederhana di tempat duduk, seperti memutar leher, mengangkat bahu, dan peregangan anggota tubuh bagian atas saat terjebak dalam kemacetan. Latihan ini dapat mengurangi dampak jangka panjang dari duduk lama dan getaran mobil terhadap kesehatan saraf, tulang belakang, keseimbangan, serta pembuluh darah di lengan dan tangan.

Penyesuaian Kursi yang Tepat

Penyesuaian kursi yang tepat juga dapat membantu mengurangi ketegangan muskuloskeletal. Dengan postur ergonomis yang baik, pengemudi dapat merasa lebih nyaman dan mengurangi risiko cedera akibat duduk terlalu lama.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan