
Desa Namang: Destinasi Wisata Berbasis Alam dan Ekonomi Kreatif
Desa Namang, yang terletak di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian yang sangat besar. Kini, potensi tersebut dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis alam dan ekonomi kreatif melalui Wisata Sawah Pelawan Namang. Destinasi ini menawarkan pengalaman unik yang menggabungkan keindahan alam dengan aktivitas ekonomi yang dinamis.
Hamparan persawahan seluas sekitar 53 hektare menjadi daya tarik utama Wisata Sawah Pelawan Namang. Pemandangan hijau tanaman padi, semilir angin, serta suara gemericik air dari saluran irigasi menciptakan suasana yang menenangkan. Hal ini membuat wisata ini menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan untuk berkunjung, terutama pada sore hari.
Kehadiran deretan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan beragam menu kuliner turut menambah semarak kawasan wisata tersebut. Pengunjung pun terlihat menikmati suasana dengan bersantai dan mengabadikan momen di berbagai sudut area persawahan.
Sejarah Awal Wisata Sawah Pelawan Namang
Menurut Kepala Desa Namang, Zaiwan, Wisata Sawah Pelawan Namang sudah dibuka sejak tahun 2010 lalu. Pada awalnya, konsep yang diusung hanya berupa satu buah saung dengan menyajikan menu-menu khas Bangka Belitung. Namun, konsep tersebut perlahan berubah setelah Zaiwan mendapatkan pengalaman saat diberikan kesempatan ikut dalam program studi tiru dari Bank Indonesia.
"Kami studi tiru ke Jogja, ke Jawa Tengah. Disitu ada wisata, (kedai) kopi-kopi di tengah sawah," ujarnya saat berbincang dengan aiotrade, Kamis (15/1/2026).
Menurut Zaiwan, ide membawa kedai-kadai kopi dan pelaku UMKM di Wisata Sawah Pelawan Namang tersebut disambut antusias. Kini, area ini menjadi destinasi wisata baru sekaligus titik ekonomi masyarakat.
"Rupanya dengan teknologi saat ini, dengan media-media, kalau tidak salah dari Juli atau Agustus (2025) viral, alhamdulillah sampai saat ini masih eksis," tuturnya.
Upaya Menjaga Eksistensi Wisata Sawah Pelawan Namang
Untuk menjaga eksistensi aset milik Desa ini, pihaknya berupaya menghadirkan fasilitas-fasilitas baru, terutama bagi anak-anak. Ada nanti permainan anak alami, jadi air-air di sawah itu akan kita tambah ikan-ikan. Anak-anak nanti bisa memberi makan ikan di tengah sawah.
Ia menerangkan, melalui tambahan fasilitas-fasilitas itu diharapkan bisa semakin menambah daya tarik pengunjung ke destinasi ini.
"Itu untuk menarik pengunjung, mereka berwisata ke Namang. Sekaligus melihat yang hijau-hijau itu bisa melepas penat-penat mereka yang mungkin tiap hari bergelut dengan komputer," kata Zaiwan.
Peran UMKM dalam Pengembangan Ekonomi Desa
Terakhir disebutkan Zaiwan, melalui pelibatan sebanyak 65 pelaku UMKM di Wisata Sawah Namang bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Mereka salah satu sumber PAD dari pengembangan potensi-potensi yang ada di Desa Namang.
"Kita kolaborasi juga, tidak hanya dari Namang, ada dari Pangkalpinang, Sungaiselan, ada juga dari Koba, itu kita kolaborasi," pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar