
Peringatan Menteri P2MI terhadap Tawaran Kerja di Luar Negeri
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin kembali mengingatkan seluruh warga negara Indonesia (WNI) untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran bekerja di luar negeri, terutama bagi para pengguna media sosial. Ia menyoroti adanya penipuan dan kejahatan perdagangan orang (TPPO) yang semakin marak melalui platform digital.
Menurut Mukhtarudin, saat ini banyak pelaku TPPO dan scam online menggunakan media sosial sebagai alat utama dalam proses rekrutmen. Mereka menawarkan pekerjaan di sektor IT atau pemasaran digital dengan gaji yang sangat menarik. Namun, hal tersebut justru menjadi cara untuk menipu dan mengeksploitasi WNI.
"Modusnya adalah mereka merekrut melalui media sosial, kemudian menawarkan pekerjaan di sektor IT atau digital marketing. Ada agen-agen yang kita tidak tahu apakah itu perusahaan resmi atau hanya individu biasa yang melakukan TPPO," ujar Mukhtarudin saat dihubungi.
Negara-negara seperti Thailand dan Singapura sering kali menjadi tujuan yang disebut dalam iklan lowongan kerja. Namun, setelah korban mendapatkan pekerjaan, mereka justru dibawa ke Kamboja untuk bekerja sebagai admin judi online atau melakukan scam secara digital. Selain itu, ada juga kasus di mana korban dibawa ke Myanmar.
"Mereka sebenarnya korban penipuan, korban TPPO. Jadi, kita harus waspada terhadap tawaran-tawaran yang datang dari media sosial," tambah Mukhtarudin.
Tips untuk Menghindari Penipuan
Mukhtarudin menyarankan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama saat mencari informasi tentang pekerjaan di luar negeri. Ia menekankan pentingnya memverifikasi sumber informasi sebelum percaya sepenuhnya.
"Jika ada ajakan bekerja di luar negeri yang diumumkan melalui media sosial, jangan langsung percaya. Silakan diteliti dan didalami, apa jenis pekerjaannya, bagaimana prosedurnya," kata dia.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah menjalin kerjasama penempatan pekerja migran di Kamboja. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap tawaran kerja dari perorangan atau perusahaan yang tidak jelas legalitasnya.
"Kalau ada perorangan yang menghubungi masyarakat lewat media sosial dan menyatakan ada lowongan pekerjaan luar negeri, jangan percaya. Jangan percaya," ujarnya.
Sumber Informasi yang Terpercaya
Untuk membantu masyarakat dalam mencari informasi kerja di luar negeri, KP2MI memiliki website resmi serta layanan Sisko G to G. Di sana, terdapat daftar perusahaan yang memiliki legalitas resmi dan bisa menyalurkan pekerjaan ke luar negeri.
"Di situs tersebut, tersedia informasi tentang syarat, job order, dan prosedur pendaftaran. Jadi, masyarakat bisa memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya," tutup Mukhtarudin.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar