Ini alasan Elon Musk yakin AI bisa gantikan dokter

admin.aiotrade 15 Jan 2026 2 menit 28x dilihat
Ini alasan Elon Musk yakin AI bisa gantikan dokter

MILIARDER teknologi Elon Musk mengeluarkan pendapat kontroversial mengenai masa depan layanan kesehatan dan pendidikan medis. Dalam sebuah siniar bersama Ketua Eksekutif X Prize Foundation, Peter H. Diamandis, bos SpaceX ini mengatakan sekolah kedokteran bisa menjadi tidak relevan di masa depan. Pandangan ini berkaitan dengan perkembangan akal imitasi (AI) yang menurut dia akan mengungguli kemampuan dokter.

Menurut Elon Musk, AI akan membuka akses ke layanan kesehatan kelas yang sama rata bagi semua orang. Dari beberapa contoh teknologi otomatisasi di industri medis, dia menyinggung soal kehebatan lasik. Dalam prosedur tersebut, robot telah mengambil alih tugas-tugas spesifik yang dulunya dilakukan oleh tangan manusia. "Anda ingin dokter mata melakukan operasi dengan laser tangan?" ujar Musk dalam siniar itu, dikutip dari Times of India pada Rabu, 14 Januari 2026.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Musk tetap memberikan catatan penting bahwa keberadaan sekolah kedokteran masih dibutuhkan untuk bidang spesifik. Keahlian manusia tetap diperlukan untuk kasus-kasus kompleks yang memerlukan penilaian, kreativitas, dan empati yang tidak tergantikan. “Sentuhan manusia tetap diperlukan untuk situasi yang membutuhkan pertimbangan mendalam,” ujar dia.

Jika terwujud, seperti diulas oleh Times of India, prediksi Musk bakal menjadi revolusi besar bagi pendidikan medis tradisional. Calon dokter akan menjalani pendidikan yang berbeda dari saat ini, lantaran harus berdampingan dengan AI dalam menangani diagnostik, perencanaan perawatan, hingga bantuan bedah. Transisi tetap menyisakan ruang bagi peran manusia, khususnya untuk hal yang terspesialisasi dan empatik di dunia medis masa depan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan