Ini alasan Elon Musk yakin AI bisa gantikan dokter

Ini alasan Elon Musk yakin AI bisa gantikan dokter

Pasar smartphone kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Ini alasan Elon Musk yakin AI bisa gantikan dokter yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

MILIARDER teknologi Elon Musk mengeluarkan pendapat kontroversial mengenai masa depan layanan kesehatan dan pendidikan medis. Dalam sebuah siniar bersama Ketua Eksekutif X Prize Foundation, Peter H. Diamandis, bos SpaceX ini mengatakan sekolah kedokteran bisa menjadi tidak relevan di masa depan. Pandangan ini berkaitan dengan perkembangan akal imitasi (AI) yang menurut dia akan mengungguli kemampuan dokter.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menurut Elon Musk, AI akan membuka akses ke layanan kesehatan kelas yang sama rata bagi semua orang. Dari beberapa contoh teknologi otomatisasi di industri medis, dia menyinggung soal kehebatan lasik. Dalam prosedur tersebut, robot telah mengambil alih tugas-tugas spesifik yang dulunya dilakukan oleh tangan manusia. "Anda ingin dokter mata melakukan operasi dengan laser tangan?" ujar Musk dalam siniar itu, dikutip dari Times of India pada Rabu, 14 Januari 2026.

Musk tetap memberikan catatan penting bahwa keberadaan sekolah kedokteran masih dibutuhkan untuk bidang spesifik. Keahlian manusia tetap diperlukan untuk kasus-kasus kompleks yang memerlukan penilaian, kreativitas, dan empati yang tidak tergantikan. “Sentuhan manusia tetap diperlukan untuk situasi yang membutuhkan pertimbangan mendalam,” ujar dia.

Jika terwujud, seperti diulas oleh Times of India, prediksi Musk bakal menjadi revolusi besar bagi pendidikan medis tradisional. Calon dokter akan menjalani pendidikan yang berbeda dari saat ini, lantaran harus berdampingan dengan AI dalam menangani diagnostik, perencanaan perawatan, hingga bantuan bedah. Transisi tetap menyisakan ruang bagi peran manusia, khususnya untuk hal yang terspesialisasi dan empatik di dunia medis masa depan.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar