DBHCHT Lumajang Digunakan Rp1,2 Miliar untuk 4 Pelatihan, Diharapkan Peserta Buka Usaha Baru

admin.aiotrade 23 Sep 2025 3 menit 15x dilihat
DBHCHT Lumajang Digunakan Rp1,2 Miliar untuk 4 Pelatihan, Diharapkan Peserta Buka Usaha Baru
DBHCHT Lumajang Digunakan Rp1,2 Miliar untuk 4 Pelatihan, Diharapkan Peserta Buka Usaha Baru

Program Pelatihan Keterampilan Kerja di Lumajang Menggunakan Dana Cukai Rokok

Di tengah berbagai upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Kabupaten Lumajang mengambil langkah strategis dengan mengalokasikan dana cukai rokok untuk program pelatihan keterampilan kerja. Tahun ini, sebesar Rp 1,2 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dialokasikan khusus untuk membiayai empat jenis pelatihan yang dianggap penting dan relevan dengan kebutuhan pasar.

Empat bidang pelatihan tersebut adalah otomotif, pengelasan, kelistrikan, dan desain grafis. Keempatnya dipilih karena memiliki potensi besar dalam membuka peluang kerja baru serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan untuk berwirausaha.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang, Subechan menjelaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan warga agar dapat beradaptasi dengan sektor ekonomi lain yang lebih berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi juga membangun mental dan kemampuan wirausaha di kalangan peserta.

“Dengan cara ini, peluang ekonomi warga tidak terbatas pada mencari pekerjaan formal saja, melainkan juga bisa menciptakan usaha mandiri,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

Untuk memastikan efektivitas program, Disnaker Lumajang bekerja sama dengan berbagai pihak seperti asosiasi profesi, lembaga pendidikan vokasi, dan industri lokal. Tujuan kolaborasi ini adalah agar materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan industri. Dengan demikian, peserta pelatihan akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pelatihan.

Selain itu, para peserta pelatihan berhak memperoleh sertifikasi resmi. Sertifikasi ini menjadi bekal penting ketika mereka ingin masuk dunia kerja atau merintis usaha sendiri. Subechan menekankan bahwa sertifikasi tidak hanya sebagai pengakuan atas kompetensi peserta, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja.

Ukuran Kebangkitan Ekonomi Masyarakat

Subechan menyatakan bahwa ukuran keberhasilan program ini bukan hanya berdasarkan jumlah pelatihan yang diselenggarakan, tetapi juga sejauh mana dana cukai yang dialokasikan berhasil membantu peserta mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha baru. Ia menegaskan bahwa alokasi dana cukai rokok harus benar-benar kembali ke masyarakat dalam bentuk manfaat nyata.

Program ini diharapkan menjadi contoh bagaimana dana yang berasal dari sektor tembakau bisa digunakan secara optimal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan adanya pelatihan yang berfokus pada keterampilan dan kewirausahaan, diharapkan masyarakat Lumajang mampu melepaskan ketergantungan pada sektor pertanian tembakau dan beralih ke sektor ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Peluang Baru untuk Generasi Muda

Pelatihan ini juga menjadi kesempatan bagi generasi muda Lumajang untuk menambah keterampilan dan memperluas wawasan tentang peluang kerja di luar sektor pertanian. Dengan adanya pelatihan yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mampu bersaing di pasar kerja dan menciptakan lapangan kerja sendiri.

Dengan begitu, program ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi untuk pembangunan ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Lumajang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan