Pertamina Berdayakan Ekonomi dan Lingkungan di Dumai

admin.aiotrade 23 Sep 2025 3 menit 12x dilihat
Pertamina Berdayakan Ekonomi dan Lingkungan di Dumai
Featured Image

Upaya Kolaboratif untuk Membangun Kemandirian Ekonomi dan Lingkungan di Dumai

Di tengah tantangan krisis iklim dan penurunan daya dukung lingkungan pesisir, kolaborasi antara masyarakat dan sektor industri semakin menjadi perhatian utama. Di Kota Dumai, Provinsi Riau, inisiatif-inisiatif seperti Bedelau Minapolitan menunjukkan bagaimana upaya bersama dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan warga.

Masyarakat pesisir yang selama ini menghadapi ancaman abrasi dan kesulitan ekonomi kini mencoba bangkit melalui program Bedelau Minapolitan. Program ini melibatkan warga Kelurahan Tanjung Palas yang biasanya bergantung pada laut sebagai sumber penghidupan. Namun, kondisi ekonomi yang terbatas memaksa sebagian nelayan untuk menjalani pekerjaan berisiko tinggi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Salah satu contohnya adalah Ramli (61), warga setempat yang sejak kecil bekerja menjajakan barang ke kapal-kapal yang melewati Selat Malaka. Pekerjaan ini sangat rentan terhadap cuaca buruk dan risiko kecelakaan laut. Akibatnya, Ramli bersama warga lain membentuk Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Palas Jaya. Awalnya mereka mencoba beternak lele dengan modal terbatas, namun hasilnya tidak memuaskan karena kurangnya pengetahuan dan fasilitas.

Dukungan dari program Bedelau Minapolitan akhirnya datang dalam bentuk pelatihan serta penyediaan bibit dan peralatan. Dari sinilah usaha budidaya ikan mulai lebih terarah dan memberikan harapan baru bagi para petani ikan.

Selain itu, ada juga Risman, warga Tanjung Palas lainnya, yang bersama kelompoknya mendirikan usaha Green Laundry. Mereka bahkan berhasil mengolah rumput teki menjadi sabun ramah lingkungan, yang menunjukkan keterkaitan antara kebutuhan ekonomi dan kesadaran menjaga alam.

Program ini juga menyentuh aspek ekologi. Sepanjang 86 meter garis pantai Dumai kini ditanami lebih dari 3.000 bibit mangrove endemik. Tumbuhan ini tidak hanya menjadi barikade alami terhadap abrasi, tetapi juga berkontribusi pada penyerapan karbon dan pengendalian emisi.

Data yang dirilis menunjukkan bahwa inisiatif ini lahir dari dialog antara masyarakat dan pihak industri. Menurut Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, program Bedelau Minapolitan merupakan hasil evaluasi potensi lokal yang dipadukan dengan keinginan masyarakat untuk tumbuh mandiri. Tujuannya bukan hanya untuk solusi ekonomis, tetapi juga ramah lingkungan.

Area Manager Communications, Relations & CSR Kilang Dumai, Agustiawan menambahkan bahwa tujuan utama program ini adalah mengurangi risiko ekonomi berbahaya yang selama ini dihadapi warga. Banyak nelayan hidup dalam kondisi rentan hingga terpaksa menjalani pekerjaan berisiko tinggi. Dengan program ini, diharapkan mereka bisa keluar dari jerat ekonomi tersebut dan beralih ke usaha yang lebih aman dan berkelanjutan.

Bagi masyarakat seperti Ramli dan Risman, program ini diharapkan bisa menjadi jalan keluar dari siklus pekerjaan berbahaya dan ekonomi subsisten. Namun, keberlanjutan akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah, masyarakat, dan industri dalam memastikan transformasi ini benar-benar berpihak pada lingkungan dan generasi berikutnya.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan