RDF Rorotan Siap Beroperasi: Aman dan Tidak Ganggu Warga

admin.aiotrade 24 Sep 2025 3 menit 15x dilihat
RDF Rorotan Siap Beroperasi: Aman dan Tidak Ganggu Warga
Featured Image

Strategi Pengelolaan Sampah Jakarta dengan RDF Rorotan

Pengelolaan sampah di Jakarta terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada tempat pengolahan sampah yang ada di luar kota. Salah satu inisiatif utama adalah keberadaan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, yang menjadi langkah strategis dalam menangani masalah sampah kota.

Kepala Unit Pengelolaan Sampah Terpadu (UPST) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta, Agung Pujo Winarko, menjelaskan bahwa RDF Rorotan mampu mengolah hingga 2.500 ton sampah per hari. Angka ini setara dengan sepertiga dari total sampah harian Jakarta, yang sebelumnya seluruhnya dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Jika RDF Rorotan kembali beroperasi, kami bisa mengurangi beban di Bantar Gebang sebanyak sepertiga sampah Jakarta,” ujar Agung saat berbincang dengan aiotrade.app.

Sebagai “Toilet” Jakarta untuk Mengolah Sampah

Agung menyebut kehadiran RDF Rorotan sebagai “toilet” sendiri bagi Jakarta, yang memungkinkan kota mengolah sampah tanpa harus bergantung pada daerah tetangga. Sebelumnya, Jakarta hanya mengandalkan TPST Bantar Gebang untuk menangani sampah, namun kini memiliki solusi mandiri.

Meski memiliki kapasitas besar, RDF Rorotan sempat mendapat penolakan dari warga sekitar. Pada masa uji coba pertama pada Februari–Maret 2025, warga mengeluhkan bau menyengat dari bunker penyimpanan sampah basah dan asap dari cerobong yang sering berwarna hitam, abu-abu, atau putih. Meskipun hasil laboratorium menunjukkan emisi sesuai standar, keluhan tersebut berujung pada aksi protes dan akhirnya RDF Rorotan dihentikan sementara sejak Maret 2025.

Perbaikan Teknologi untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan

Setelah evaluasi, DLH Jakarta melakukan penambahan beberapa teknologi untuk memastikan RDF Rorotan lebih ramah lingkungan. Beberapa perangkat yang dipasang antara lain:

  • Air Pollution Control Devices (APCD) berlapis, setara dengan teknologi di PLTU dan pabrik semen.
  • Cyclone (6 unit) untuk memisahkan debu.
  • Bag Filter (6 unit) untuk menangkap debu halus.
  • Wet Scrubber tahap 1 dan 2 untuk menyisihkan gas polutan (SO₂, NOx).
  • Wet Electrostatic Precipitator (ESP) untuk mengurangi partikulat halus.
  • Carbon Active untuk menyerap gas beracun.
  • Cerobong khusus agar emisi keluar dengan aman.

Untuk mengatasi bau, jumlah deodorizer ditingkatkan dari 1 unit menjadi 4 unit, ditempatkan di bunker, hanggar residu, hingga gudang produk. Teknologi ini memadukan ozonisasi, sinar UV, scrubber, dan karbon aktif.

Pembaruan Amdal untuk Menyesuaikan Kondisi Lapangan

Agung menegaskan bahwa RDF Rorotan sejak awal pembangunan pada 2024 sudah memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Namun karena muncul keluhan baru dari warga, DLH melakukan pembaruan AMDAL agar lebih sesuai dengan kondisi lapangan.

Beberapa poin penting dalam pembaruan AMDAL antara lain:

  • Teknologi tambahan untuk mengatasi asap dan bau.
  • Peningkatan jumlah deodorizer dari 1 unit menjadi 4 unit.
  • Sistem monitoring emisi real-time.

Uji Coba Bertahap dan Harapan ke Depan

Kepala DLH Jakarta, Asep Kuswanto, menyebut RDF Rorotan akan kembali menjalani uji coba (commissioning) pekan depan. Uji coba dilakukan bertahap, mulai dari 100 ton per hari hingga mencapai kapasitas penuh 2.500 ton per hari.

Dengan beroperasinya RDF Rorotan, Pemprov Jakarta berharap beban TPST Bantar Gebang dapat berkurang signifikan. Selain itu, biaya kompensasi kepada warga Bekasi juga diharapkan menyusut, karena sebagian sampah kini dikelola langsung di Jakarta.

“Semangatnya adalah menyelesaikan sampah di dalam kota. Kita tidak bisa terus bergantung pada Bantar Gebang. Seperti rumah bagus tapi tidak punya toilet. RDF Rorotan ini toilet kita sendiri di Jakarta yang cantik dan molek,” ucap Agung.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan